Bencana Merapi 2010

Standard

Para pembaca yang budiman saya akan menceritakan kejadian letusan merapi yang sempat membuat beberapa orang cemas. Tepatnya pada tanggal 1 november 2010. Saat itu sedang pelajaran fisika di kelas. Tiba- tiba ada suara rebut- rebut dari lapangan. Seluruh siswa pun keluar kelas unutk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Sungguh tidak disangka, pertama kalinya aku melihat nya secara live. Wedhus gembel berhamburan keluar dari puncak merapi. Seluruh siswa dipulangkan. Semua semakin Nampak jelas saat aku berada di tempat yang lebih tinggi, asap itu semakin tebal sampai merapi tak terlihat lagi oleh mata telanjang dari jarak 15 km aku berada. Sepulang sekolah aku nonton berita sehingga aku tahu perkembangan sebenarnya.

Kemudian pada malam harinya lampu di komplek mati total, sinyal handphone buruk dan kedaan semakin mencekam karena hujan abu semakin turun dengan deras. Sabtu pagi jam 1 dini hari, krikil- krikil berjatuhan di atap rumahku. Sungguh aku kaget ketika disuruh orang tua membereskan pakaian. Setelah semua siap kami menumpuk tas di ruang tamu. Sambil menunggu kepastian dari tetangga yang akan mengungsi atau tidak kami menunggu di ruang tamu dengan lilin seadanya. Jam 7 pagi yang biasanya aku sudah rapi di sekolah , sekarang tidak. Aku tetap di rumah karena hujan abu semakin deras, bau belerang semakin tajam. Aku berusaha meyakinkan diriku tidak akan ketinggalan pelajaran, masa sih hujan sederas ini ada yang pergi ke sekolah?

Keputusan sudah disepakati sejak jam 3 dini hari tadi. Kami sekeluarga akan pindah sementara ke bandung. Mengungsi??? Ya tentu saja. Selama satu minggu kami tidak sekolah. Setelah keadaan membaik barulah kami sekeluarga pulang ke jogja. Bencana ini belum cukup sampai disitu. Memang bencana primer nya adalah wedhus gembel yang telah memakan banyak korban, tapi masih ada bencana sekundernya, yaitu hujan,,, hujan? Ya . karena setelah hujan turun lahar dingin terus menggerus sungai di sekitar jogja. Sampai memutuskan jembatan di kali putih. Arus jogja- magelangpun terganggu. Bagaimana pendapat anda unutk menanggulangi bencana m,erapi selanjutnya. Karena saya yakin hal seperti ini bisa terjadi kapan saja, hey ini baru topi dari merapi, belum kepala dan badannya. Lihat saja merapi sekarang, tanpa topi lancip kebesarannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s