Bentol Gara-Gara Nyamuk

Standard

Nyamuk tuh hewan yang sering mengganggu saat kita lagi asik belajar. Dulu aku pernah menemukan nyamuk anopheles di belakang rumah, karena tubuhnya yang lebih gede dari nyamuk biasanya ia terbang lambat banget. Tergoda deh untuk menangkap nyamuk itu dengan tangan kosong.

Alhasil aku dapatkan nyamuk itu untuk koleksi di toples kecil- kecil, yang dah liat baru anak- anak rohis yang pernah ke rumahku nengokin aku pas sakit. Padahal dah lama banget yah, tapi aku baru sanggup bikin grup ini sekarang, jadi ini fakanya:

Nyamuk betina sama jantan itu sebenernya makanannya nektar bunga. Sewaktu nyamuk jantan mejeng bikin gerombolan ternyata mereka tuh sebenernya pingin kawin, seeet pas betina masuk ke area jantan, kan pada berebut tuh, siapa nyamuk yang SEPIT nya berhasil mengikat Si betina, jreng jreng itulah pemenangnya.(kira- kira kalau saya gambarkan seperti gambar diberikut)

Merekapun kawin di udara, waktunya ga lama. Setelah perkawinan itu si jantan kembali ke kelompoknya semula. Karena ibu nyamuk lagi mengandung dia butuh protein untuk menghidupi buah hatinya. Caranya yaa ngisep darah manusia. Ting, ibu nyamuk mencari pembuluh darah dari kedaan tubuh kita yang panas. Jadi walaupun kita ngasih bom asap sama nyamuk, ahh ga ngaruh. Diakan merasakan, bukan melihat,hee

Tlep, nah loh kalo dah nempel jurus jarum suntiknya beraksi. Menurut pengalamanku nyamuk ga langsung nancepin jarum itu ke kulit, dia nunggu beberapa saat dulu. Kalo timing nya dah tepat dia baru melancarkan misinya. Yang menurut kita misi itu jahat, karena membuat kita bentol- bentol. But, buat si ibu nyamuk misinya mulia lho, kan buat asupan nutrisi anaknya,hee

Tapi kok tubuh kita ga melakukan perlawanan apa- apa yaa? Katanya kan di kelas 11 SMA dah diajarin adanya sistem imun. Harusnya kalo kulit kita dilukai sama jarumnya yaa enzim di darah kita beraksi untuk langsung peka menutup luka tersebut. Tapi kok tetep aja bolong dan bentol ?

Terus terang aku merasa dibohongi, waktu kecil kalo aku Tanya ke bu guru, nyamuk makanannya apa? “darah manusia”… itu selalu tertanam di benakku selama bertahun- tahun. Sampai akhirnya aku tahu kalo darah itu bukan makanan pokok dan yang ngisep juga Cuma nyamuk betina. Dia Cuma butuh protein dari darah buat keturunannya.

Oke ada lagi nih nyamuk bukan nusukin jarum yang dia punya coz kalo pas aku nangkep nyamuk, aku pegang alat penusuknya,hmm sangat lemah juga tidak kuat seperti jarum jahit. Ternyata dia pake teknik gergaji. Tugas utamanya dilakukan sama rahang atas yang tajam dan rahang bawah yang memiliki gigi yang membengkok ke belakang. Ia menggerakan rahang bawah maju mundur seperti gergaji dan mengiris kulit dengan bantuan rahang atas. Pas jarum diselipkan melalui irisan tadi sudah sampai ke pembuluh darah, maka pengeboran selesai, tinggal dihisap.

Ternyata si nyamuk bisa tahu ada sistem imun di tubuh kita, padahalkan ga ada sekolah nyamuk, nah loh! Nyamuk punya penangkal pembekuan darah sehingga tubuh memberikan respon rasa gatal dan bentol. Cairan ini ternyata menetralkan enzim pembeku darah sehingga nyamuk bisa mengambil darah manusia sampai perutnya penuh.

Kalo inget nyamuk pasti inget syair lagunya endank soekamti? Yaa kan? Sepertinya hanya band ini yang mengusung nyamuk sebagai kata unik di dalamnya. Perlu diketahui juga nyamuk ada juga lho di al- quran.

“nyamuk- nyamuk pun tak boleh menggigitku hari ini, aku sedang tidak mendonor darahku..”(endank soekamti)

“Sesungguhnya, Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang- orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?” dengan perumpamaaan itu banyak orang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu pula orang yang Diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada orang yang disesatkan denagn perumpamaan itu kecuali orang fasik.”, Al baqarah ayat 26

Akhir kata dari saya, dari surat tersebut terlihat bahwa materi yang diberikan sama tapi ada dua jalan yang menjadi hasil, baik atau kah buruk. Kegagalan dekat dengan keberhasilan, begitupun sebaliknya.

Pelajaran dari Si Laba- laba

Standard

Beberapa hari yang lalu aku melihat dua jenis laba- laba di halaman belakang rumahku. Yang satu berwana kuning emas di punggunggnya sedangkan yang satunya lagi berwarna biru dengan suatu pola yang rumit berbaur dengan hitam. Aku ceritakan satu per satu, yang pertama laba- laba emas, sebut saja begitu. Laba- laba emas ini memilki sarang seperti bangun datar persegi banyak dengan garis yang mengikuti sisi- sisinya sampai hampir ke tengah. Karean aku lihat di sekitar titik pusat sarang itu dibuat spasi dari pola garis yang mengikuti sisi- sisinya. Di titik pusat sarang itu lah laba- laba bertasbih pada sang pencipta. Segala mahkhluk hidup di bumi ini yang kita anggap diam sebenarnya mereka sedang bertasbih pada penciptanya, hanya saja kita tidak tahu cara mereka melakukan semua itu.

Tidak sengaja, sungguh. Saat aku menyapu halman, aku merusak sarrangnya. Padahal aku sudah berusaha berhati hati membersihkan daun- daun di sekitar pot- pot Diffenbachia amoena ku, tapi karena sarangnya lengket, sekali sentuh hancur lah sarang yang telah ia bangun. Laba- laba itu hilang entah kemana.

Beberapa hari kemudian aku menemukannya dalam keadaan yang lebih gemuk dari sebelumnya. Aku tidak tahu apakah dia jantan atau betina. Anehnya dia berada di pagar bamboo yang duluny menjadi tumpuan sarang yang aku rusak. Hehe insting jahatku muncul, aku mencoba mengganggunya. Dia terus merayap menuju kea tap seng, sebelum dia melarikan diri aku tahan langkahnya dengan sebatang tongkat yang aku letakan di bibir seng. Diapun langsung saja terjun bebas dengan jarring- jaringnya kea rah bawah, yah seperti menggantung. Rasanya enak sekali jadi laba- laba bisa melakukan atraksi tanpa melakukan gerakan anggota tubuh sedikitpun, dia hanya tinggal menjulurkan jarring- jaringnya. Tapi pikirannku berubah saat aku menyentuh tubuhnya dari bawah. Dengan susah payah dia bekerja dengan 8 jari jemarinya unutk naik ke atas, entah apa yang dia lakukan itu menggulung jarring- jaringnya atau apa. Gerakannya yang cepat membuat mataku sulit untuk mengikutinya.

Saat aku melakukan hal yang sama dengan yang pertama yaitu menehannya pada ujung seng, tiba- tiba dia jatuh tak terkontrol. Ohh tidak apa dia mati. Bukan mati, tapi dia malah lari terbirit- birit menuju bamboo ynag terlihat rapuh. Aku membungkukkan badan untuk mencarinya yang hilang diantara bamboo- bamboo itu.

Its amazing, saataku mencarinya di sebelah kiri ku, aku kesal sekali tak menemukannya tapi saat aku menole ke kanan, masih seperti posisi ruku’ nya orang sholat, aku melihat ratusan serangga kecil berwarna putih, ahh mereka mirip seperti debu- debu putih saat matahari masuk ke dalam rumah lewat jendela yang belum aku buka. Populasinya yang sangat banyak ini mengingatkannku pada semut. Bahkan sikap ramah berpapasan di jalan jarring- jarring itu dilakukan juga oleh laba- laba mungil. Mereka membuat sarang di 2 pot diffenbachiaku yang berdekatan. Aku penasaran sehingga mengikuti rute perjalanan yang sedang dilakukan. Ohh ternyata arahnya ke bahwah daun. Waaaaaa jumlahnya semakin banyak bahkan disana tersimpan rapi kupu- kupu coklat yang sudah dibungkus rapi. Ini sebagai sumber makanan mereka kelak.

Aku beranjak dari anak- anak laba- laba. Aku melanjutkan mencari laba- laba besar yang aku prediksi ia adalah induknya. Aku mencari di balik bamboo rapuh tadi. Subhanallah ternyata di sana sudah dibuat sarang baru. laba- laba memilih membuat sarang yang tempatnya berbeda dari sbelumnya. Rasanya senang sekali kalau semua laba- laba yang sekarang berada di bawah daun diffenbachiaku bisa tumbuh menjadi laba- laba dewasa. Tunggu tanggal mainnya,ckckck

Okay dari pengamatan yang tidak sengaja ini dapat disimpulkan bahwa:

1. Laba- laba mendidik anak- anaknya menjadi mandiri sejk usia yang masih muda. Ini dibuktikan dengan posisi laba- laba besar dan anak- anaknya terpisah. Tapi laba- laba ini tetap mengawasi anaknya dari jauh, dibuktikan dengan ibu laba- laba yang bertengger di sarang yang berjarak satu meter dari anak- anaknya. Karena isting laba- laba dibutuhkan kemandirian unutk bertahan hidup di alam yang penuh persaingan.

2. Laba- laba memberikan pelajaran dari caranya terjun ke bawah dan naik ke atas. Semua orang dapat dengan mudah menjadi orang yang gagal, karena terlalu lama berada di zona nyamannya, seperti laba- laba saat ia ingin meluncur ke bawah ia tidak perlu susah- susah mengeluarkan tenaganya. sedangkan orang sukses itu butuh perjuangan yang tidak sedikit, seperti laba- laba yang naik ke atas, dia mengerahkan tenaganya unutk menggulung jarring- jaringnya, sehingga gerakannya pun tidak secepat saat ia akan meluncur ke bawah.

3. Laba- laba memberi pelajaran saat dia gagal mengaitkan jarring- jaringnya ke seng, alhasil diapun terjatuh, tapi ia cepat- cepat merayap ke tempat yang lebih aman. Maka jika kita memiliki peluang unutk gagal, gagallah sebesar- besarnya. Karena dari gagal yang besar akan muncul kekuatan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

4. Pelajaran sarang laba- laba. Saat aku merusak sarangnya, dia tidak membangun sarangnya di tempat itu lagi, melainkan di tempat lain. Jika kita pernah gagal, maka jadikan itu pelajaran, bukan unutk di kenang. Karena dari situ kita tidak akan masuk lagi ke lubang yang sama.

Bencana Merapi 2010

Standard

Para pembaca yang budiman saya akan menceritakan kejadian letusan merapi yang sempat membuat beberapa orang cemas. Tepatnya pada tanggal 1 november 2010. Saat itu sedang pelajaran fisika di kelas. Tiba- tiba ada suara rebut- rebut dari lapangan. Seluruh siswa pun keluar kelas unutk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Sungguh tidak disangka, pertama kalinya aku melihat nya secara live. Wedhus gembel berhamburan keluar dari puncak merapi. Seluruh siswa dipulangkan. Semua semakin Nampak jelas saat aku berada di tempat yang lebih tinggi, asap itu semakin tebal sampai merapi tak terlihat lagi oleh mata telanjang dari jarak 15 km aku berada. Sepulang sekolah aku nonton berita sehingga aku tahu perkembangan sebenarnya.

Kemudian pada malam harinya lampu di komplek mati total, sinyal handphone buruk dan kedaan semakin mencekam karena hujan abu semakin turun dengan deras. Sabtu pagi jam 1 dini hari, krikil- krikil berjatuhan di atap rumahku. Sungguh aku kaget ketika disuruh orang tua membereskan pakaian. Setelah semua siap kami menumpuk tas di ruang tamu. Sambil menunggu kepastian dari tetangga yang akan mengungsi atau tidak kami menunggu di ruang tamu dengan lilin seadanya. Jam 7 pagi yang biasanya aku sudah rapi di sekolah , sekarang tidak. Aku tetap di rumah karena hujan abu semakin deras, bau belerang semakin tajam. Aku berusaha meyakinkan diriku tidak akan ketinggalan pelajaran, masa sih hujan sederas ini ada yang pergi ke sekolah?

Keputusan sudah disepakati sejak jam 3 dini hari tadi. Kami sekeluarga akan pindah sementara ke bandung. Mengungsi??? Ya tentu saja. Selama satu minggu kami tidak sekolah. Setelah keadaan membaik barulah kami sekeluarga pulang ke jogja. Bencana ini belum cukup sampai disitu. Memang bencana primer nya adalah wedhus gembel yang telah memakan banyak korban, tapi masih ada bencana sekundernya, yaitu hujan,,, hujan? Ya . karena setelah hujan turun lahar dingin terus menggerus sungai di sekitar jogja. Sampai memutuskan jembatan di kali putih. Arus jogja- magelangpun terganggu. Bagaimana pendapat anda unutk menanggulangi bencana m,erapi selanjutnya. Karena saya yakin hal seperti ini bisa terjadi kapan saja, hey ini baru topi dari merapi, belum kepala dan badannya. Lihat saja merapi sekarang, tanpa topi lancip kebesarannya.